Standby Car, Mobil Siaga Desa Karyamukti Cibatu

Semenjak di-launching sekitar Desember 2018 lalu, keberadaan mobil siaga desa Karyamukti, Kecamatan Cibatu kerap dimanfaatkan guna membantu warga yang membutuhkan segera, bahkan sehari setelah launching, mobil dengan nama Standby Car sudah mampu melayani masyarakat yang saat itu harus dilakukan tindakan medis berupa bedah operasi di rumah sakit Tasikmalaya.

Mobil ini hadir berawal dari keprihatinan dari sang Kepala Desa Karyawamukti, Heru, yang merasakan langsung ketika warganya yang butuh segera tindakan medis, namun akibat akses jalan yang jelek, maka transportasi khususnya mobil tidak mampu melayani secara maksimal.

"Jangankan mobil motor pun sangat susah untuk lewat, waktu itu saya baru satu bulan menjabat, ada warga minta tolong diantar ke rumah sakit, akhirnya saya jemput dengan kendaraan pribadi," ungkap Heru, Jumat (15/11/2019).

Ia bahkan berjuang bagaimana dirinya harus menunggu di perbatasan desa lain (Kampung Cipicung Desa Girimukti) yang jaraknya 2,5 km dari Kampung Dukuh Desa Karyamukti, hingga terpaksa warga yang sakit dibawa dengan tandu sarung ditopang dengan sepotong bambu. Dari sanalah ia berpikir untuk membangun akses jalan supaya dapat dilalui mobil termasuk mobil yang selalu siaga membantu warga.

Perjuangan pun akhirnya mencapai puncaknya, melalui musrenbangdes (musyawaran rencana pembangunan desa) pengadaan mobil siaga desa dijadikan prioritas melalui anggaran dana desa tahun anggaran 2018 pada tahap ke-3.

"Alhamdulillah Desember 2018 mobil siaga desa atau yang kami namai standby car sudah kami luncurkan," ujarnya.

Layanan standby car ini meliputi antar jemput warga yang sakit baik ringan maupun berat, juga membantu evakuasi setiap kejadian yang terjadi di wilayah Desa Karyamukti, seperti kecelakaan lalulintas, kebakaran, dan emergency lainnya serta kegiatan dinas lainnya.

Sengaja ia tidak menamakan ambulance, karena sadar untuk sebuah  kendaraan bernama ambulance harus memenuhi perlengkapan yang memadai dan memenuhi standar, sehingga Cukup menamakannya dengan Standby Car.

"Kalau kami namakan dengan bahasa asing, biar keren aja," kata Heru.

Kendaraan warna putih ini sekilas seperti kendaraan operasional biasa, namun kita akan sedikit terkelabui, kendaraan ini seperti kendaraan hibah, terlihat ada logo Kementrian Desa dan Daerah Tertinggal dan Logo Kabupaten Garut, serta tulisan arab. lnterior didalamnya Iayaknya mobi penumpang biasa, tidak ada yang menonjol.

"Tentu saja dengan adanya Standby Car ini menjadi komitmen Pemerintahan desa setempat dalam upaya mewujudkan pelayanan Prima Sejauh manapun warga yang membutuhkan bantuan kami akan selalu berusaha menjangkaunya," tegasnya.

Tentu saja dengan pelayanan 24 jam, melalui penanggung jawab Kepala Seksi Kesra, secara administrasi maupun operasionalisasi,  jam berapapun warga membutuhkan Standby Car siap meluncur, meski mobilitasnya yang tinggi berdampak terhadap pemeliharaan kendaraan.

"Untuk pemeliharaan kami alokasikan dari anggaran dana desa melalui operasional pemerintahan desa, baik untuk service berkala, ganti olie, pajak dan perawatan lainnya," katanya.

Dengan Standby Car ini masyarakat sangat terbantu, bahkan memberikan apresiasi atas keberadaan standby car yang sangat bermanfaat membantu warga dalam keadaan darurat.

Sumber: Humas Diskominfo Garut