Jelang Musim Penghujan, Para Petani Diminta Waspada Hama Tanaman

Menjelang musim penghujan di kabupaten Garut, para petani mulai mengolah tanah dan menanam padi akan tetapi, petani harus mewaspadai hama dan penyakit tanaman di musim hujan sebab hama tanaman akan berdampak buruk pada kesehatan padi.

Dinas Pertanian kabupaten Garut dalam kesiapan menjelang musim penghujan yang akan dilakukan diantaranya terkait lahan, penanganan hama, jamur, cendawan hingga normalisasi saluran air ke area pertanian.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga Guna Santika, saat ditemui dikantornya di Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Jumat (15/11/2019).

Menurut Beni, jika tinggi curah hujan sangat rentan terhadap berkembangnya berbagai jenis penyakit dan hama tanaman, apalagi jika musim hujan hama serangga juga cenedung berkembang biak denga populasi yang cukup tinggi.

Selain itu, kata Beni, karena lembab atau jamur dan bakteri mudah berkembang biak dan menyebabkan penyakit busuk pada batang pohon padi.

"Jadi kita harus segera menyiapkan lahan, pencegahan hama atau jamur karena perubahan iklim seperti ini terutama jamur, cendawan akan semakin berkembang biak, oleh karena itu kita melakukan gerakan untuk antisipasinya," ujarnya.

Beni menyebutkan, pihaknya juga secara gotong-royong dan bahu membahu dengan masyarakat akan melakukan normalisasi irigasi untuk kelancaran air ke areal pertanian. Pasalnya, setelah musim kemarau banyak sampah di saluran irigasi sehingga dapat menyumbat aliran air ke sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Garut.

"Sekarang yang paling penting normalisasi irigasi secara gotong royong," katanya.

Pada musim tanam sekarang, kata Beni, pihaknya juga menebar benih khusus bagi para petani yang terkena dampak kekeringan ketika musim kemarau.

"Saat ini sedang mendata berdasarkan laporan petugas PUPT atas laporan resmi dan ditandatangani camat, baru diberi bantuan. Minggu depan bisa mulai distribusi. Jelang musim hujan kita mulai distribusi benih (padi) untuk segera disemai," katanya.

Pada musim kemarau saat ini, luas lahan pertanian yang terdampak seluas 3000 hektare. 1800 hektare di antaranya puso, dan sisanya rusak berat dan ringan.

"Tapi untuk suplai beras, Garut masih surplus, karena terganggu 3 ribuan (ada lahan lainnya yang produktif). Cuman, biasanya memasok provinsi dan nasional, sekarang agak terganggu," pungkasnya

Sumber: Humas Diskominfo Garut
Facebook Twitter LinkedIn