Uji Coba Digitalisasi Monografi Desa di Kabupaten Garut untuk Mendukung Pemutakhiran DTKS 2021

Situasi pandemi Covid-19 mengakibatkan peningkatan jumlah penduduk miskin sebesar 0,37% atau 1.28 juta jiwa secara nasional. Bahkan semakin banyak penduduk miskin dan rentan, terutama yang bekerja di sektor informal.

Berdasarkan data dari Bappenas pemutakhiran data penduduk miskin belum optimal dilakukan oleh daerah. Sehingga pada periode 2017 – 2019 mengalami stagnasi/kenaikkan jumlah penduduk miskin.

Hal tersebut diakibatkan pada periode tersebut banyak daerah yang kurang aktif dalam melakukan update Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Terdapat 167 daerah yang melakukan update DTKS diatas 50%.

Layanan pemutakhiran data terpadu kesos dimulai dari desa dengan melakukan integrasi data. Beberapa desa di Indonesia memiliki berbagai macam sistem informasi desa yang mencakup data profil desa, pembangunan desa, dan data kependudukan.

Kabupaten Garut menjadi satu dari delapan daerah uji coba implementasi Digitalisasi Monografi Desa. Pemutakhiran data DTKS 2021 dilaksanakan dimulai dari desa melalui Digitalisasi Monografi Desa.

Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Bappenas Maliki melakukan kunjungan kerja dan melaksanakan Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) sosialisasi mekanisme dan uji coba lapangan pengecekan prelist pemutakhiran DTKS Tahun 2021 di Kabupaten Garut, Senin (26/10).

“Pemutakhiran DTKS Tahun 2021 dianggarkan untuk persiapan pelaksanaan verifikasi dan validasi (verivali), pelatihan enumerator, penyusunan data prelist yang diperluas cakupannya, musdes/kel, monev, buffering, serta dana khusus untuk wilayah kategori 3T.”, jelas Maliki.

Untuk pendataan juga akan berkolaborasi dengan BKKBN. Sehingga target cakupannya menjadi 60% penduduk miskin dengan penyempurnaan perangkingan. Serta penyempurnaan instrumen pendataan dan SIKS Droid.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kapusdatinkesos Kemensos, Kapusdatin Kemendes, Asdep Penanganan Kemiskinan Kemenko PMK, Kadinsos, Kepala DPMD, Kadisdukcapil, Kadiskominfo, Sekretaris Bappeda, Pemdes Pasanggrahan Kec. Sukawening, Pemdes Sukajadi Kec. Karangpawitan, Pemdes Karangpawitan Kec. Karangpawitan. *** (IMSC/Pemk)

Related articles

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Share article

Latest articles

Mengusung Konsep EcoWisata, Inilah Penampakan Masterplan Kawasan Pariwisata Situ Bagendit

Diawali kunjungan kerja Kunjungan Kerja Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Garut. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan usulan penataan Situ Bagendit.

Mendapat Tambahan Kuota Tahun 2020, Bappenas Lakukan Pengecekan Pembangunan Rumah Melalui Skema BSPS di Kabupaten Garut

Direktur Perumahan dan Permukiman Bappenas Tri Dewi Virgianti melakukan kunjungan kerja ke Lokasi rumah dengan skema Pembiayaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)...

Bappenas Dukung Atasi Kesenjangan Sosial-Ekonomi Jabar Selatan

Wargi #garut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan akan mengatasi kemiskinan dan mendukung pengembangan kawasan Jawa Barat...

Cetak Regenerasi Petani Milenial Pemerintah Dukung Pengembangan Koperasi Milenial di Kabupaten Garut

Koperasi Eptilu yang berdiri sejak tahun 2013 dirintis oleh seorang putra daerah asal Garut asli Cikajang yakni Rizal. Kini Rizal yang menjabat...

Perumahan Paguyuban Pangkas Rambut Garut Jadi Percontohan Pembangunan Perumahan Formal Berbasis Komunitas

Direktur Perumahan dan Permukiman Bappenas Tri Dewi Virgianti melakukan kunjungan kerja ke Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Senin (26/10). Kunjungan ini...

Newsletter

Subscribe to stay updated.